Twinkle-Twinkle Little Love
By : Fikas Dohude
5 Oktober 2013
Seorang pemuda bernama Tsao bersekolah di tingkat SMK, dia memiliki sifat yang egois, pemarah, dan pendendam, namun sebenarnya dia memiliki hati penyayang. Dia memelihara seekor anjing bernama Hachiko, dia menyayangi binatangnya sama seperti dirinya sendiri.Tsao juga hobi dengan music, dia sering bermain music diberbagai tempat di daerah kotanya tersebut dan itu membuat banyak wanita menyukai Tsao. Dia bersekolah di sebuah sekolah terbesar di kota itu, Setahun lagi Tsao lulus sekolah dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, namun dia masih belum menemukan orang yang bisa mengisi didalam hatinya. Bukan tidak ada wanita yang ingin menjadi kekasihnya, banyak yang memintanya untuk menjadi pacar tetapi Tsao tidak mau karena dia merasa tidak cocok, tetapi ada satu wanita yang ia sukai, parasnya cantik, tapi Tsao tidak mempunyai keinginan untuk menjadikannya pacar. Saat ulang tahun sekolah, ada seorang wanita yang naik ke panggung, tampil bernyanyi dengan gaun yang indah, tidak tau kenapa tapi saat itu Tsao terpesona dengan suaranya yang indah.
Dia adalah Maggie, seorang cewe yang memiliki prestasi yang membuat sekolahnya menjadi terkenal, kelas nya bersebelahan dengan kelas Tsao. Pada saat itu Tsao merasa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Maggie. Dickson, teman dekat Tsao melihat Tsao begitu kagum dengan Maggie, lalu Dickson menyenggol lengan Tsao dan menyuruh Tsao untuk menghampiri Maggie. Setelah Maggie turun panggung, Tsao langsung mengambil segelas air minum dan memberikan segelas air putih kepadanya (kebetulan Tsao adalah panitia ulang tahun sekolah). Maggie sangat senang karena ada seorang lelaki yang memberikan nya minum, lalu Tsao duduk disamping Maggie. Detak jantung Tsao berdetak dengan cepat karena dia duduk disamping orang yang ia sukai. Namun Maggie belum memiliki rasa dengan Tsao karena mereka tidak saling kenal dan baru saja kenal. Tsao memuji suara Maggie yang merdu dan Maggie sangat senang dengan pujian yang diberikan oleh Tsao.
Setelah acara selesai, Maggie berniat untuk pulang kerumah, dia menelepon ayahnya untuk menjemput.Sementara itu, Tsao pulang bersama Dickson karena rumah mereka bersebelahan, tetapi Tsao melihat Maggie yang sedang sendirian, Tsao meminta ijin kepada sahabatnya untuk mengantar Maggie pulang, Dickson mengijinkannya dan Dickson pulang dengan temannya yang lain. Belum sempat Maggie menelepon ayahnya, Tsao datang dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Karena waktu sudah malam dan Maggie tidak mau menunggu jemputan ayahnya yang lama, Maggie pun menerima tawaran yang diberikan oleh Tsao. Tsao sangat senang karena dia bisa berjalan berdua dengan orang yang dia sukai meskipun hanya sekedar mengantar pulang. Lalu Tsao memberanikan dirinya untuk mengajak Maggie makan malam pada malam minggu, namun Maggie tidak mau karena dia ingin belajar dirumah. Pupus pengharapan Tsao, tetapi ini baru permulaan. Tsao sering mengajak Maggie untuk jalan berdua dengan Tsao, tapi Maggie tidak pernah sempat karena sibuk belajar dirumah (maklumlah namanya juga orang pintar). Pada suatu hari, sekolah diliburkan karena hari raya natal, untuk yang kesekian kalinya Tsao mengajak Maggie untuk makan berdua di tempat langganan Tsao.
Untuk yang pertama kalinya, Maggie menyetujui ajakan Tsao. Pada malam hari Tsao menjemput Maggie untuk makan di tempat makan favorit Tsao, saat makan, Tsao meminta Maggie untuk menceritakan tentang dirinya. Pertama Maggie malu-malu karena mereka belum terlalu dekat, namun setelah itu, Maggie mulai bercerita tentang dirinya, perlahan dia mulai berani untuk menceritakan masalahnya. Dari situ, mereka berdua menjadi teman yang sangat dekat. Maggie pun mulai tertarik dengan Tsao. Akhirnya mereka saling menyukai. Pada suatu hari disekolah saat waktu istirahat, mereka beretemu di taman sekolah, Tsao tidak mampu menahan perasaan cintanya terhadap Maggie, dan Tsao pun akhirnya mengatakan kalau dia jatuh cinta kepada Maggie pada pandangan pertama.Pipi Maggie pun memerah karena dia malu mendengarkan kata-kata yang di katakan oleh Tsao. Tapi Maggie juga membalas kata-kata Tsao, ternyata Maggie juga mencintai Tsao, karena Tsao sangat peduli dengan Maggie. Meskipun mereka sudah saling jujur terhadap perasaan mereka yang ternyata saling mencintai, tetapi pada kenyataannya Tsao masih belum menginginkan Maggie untuk menjadi kekasihnya, padahal Maggie sangat berharap untuk menjadi pacarnya Tsao.
Waktu pun berlalu, detik-detik terakhir kelulusan para siswa di sekolah akan diumumkan. Tsao sangat gugup karena nilainya di kelas tidak terlalu bagus karena dia jarang belajar, tapi Maggie dengan santai menghadapinya karena dia tau kalau dia akan lulus. Kelas Maggie lebih dulu diberitahukan siapa yang lulus, siapa yang tidak, ternyata 3 orang dikelas Maggie tidak lulus, tapi Maggie lulus dengan nilai terbaik dikelas. Saat Tsao mendengar bahwa ada 3 orang yang tidak lulus dikelas Maggie, Tsao pun semakin takut tidak lulus. Namun Maggie menghampiri Tsao dan meyakinkan Tsao bahwa dia akan lulus. Saat wali kelas Tsao mengumumkan kelulusan, ternyata Tsao lulus meskipun dengan nilai pas-pasan. Tsao teriak kegirangan dengan hasil kelulusan nya, sontak Tsao memeluk Maggie, Maggie terkejut bercampur senang karena orang yang dicintai nya lulus. Tsao langsung terkejut dan meminta maaf karena Tsao memeluk Maggie tiba-tiba, tapi Maggie hanya tertunduk malu dan menganggukkan sedikit kepalanya. Setelah itu, Tsao mengajak Maggie untuk berjalan di taman sekolah. Saat mereka duduk berdua disana, Tsao berlutut didepan Maggie dan meminta Maggie untuk menjadi pacarnya. Maggie menjadi salah tingkah karena dia sangat bahagia sekali.
Akhirnya Maggie menerima pernyataan cinta Tsao dan pada saat itu mereka menjadi sepasang kekasih kecil. Kabar itu diketahui oleh teman-teman Tsao, yaitu Dickson si Playboy, Riki orang yang gila computer, Max yang suka dengan kartun, dan Willy yang paling suka makan. Mereka langsung menghampiri Tsao dan menyangka kalau Tsao menggunakan sihir untuk membuat Maggie mau menjadi pacarnya, Tsao langsung marah dan membela diri kalau Tsao tidak menggunakan sihir untuk menjadikan Maggie sebagai pacarnya. Waktu terus berlalu, satu persatu sahabat dekat Tsao pergi dari kota yang mereka tempati dan merantau keluar kota bahkan ada yang keluar negeri untuk menimbah ilmu lebih dalam. Meskipun tidak 100% murni untuk menuntut ilmu. Dickson kuliah di Jakarta hanya untuk mencari pacar tambahan di kota lain, Dicki adalah orang kaya dan dia ingin melanjutkan kuliahnya di Amerika dibidang computer, dia ingin mencari orang yang ahli computer dan mencuri ilmunya, Max pindah ke Jepang karena dia ingin bertemu dengan pembuat anime terkenal, dan yang terakhir Willy, dia pindah ke Semarang untuk bertemu dengan orangtuanya yang membuka tempat makan terkenal di sana. Sebenarnya Tsao ingin kembali ke Tiongkok dimana orangtuanya tinggal (ayah Tsao adalah orang Tiongkok yang menikah dengan ibunya yang asli orang Pontianak), tapi dia ingin bersama dengan Maggie yang menetap di kota tersebut.
Maggie tidak ingin Tsao menunda cita-citanya yang ingin menjadi seorang musisi terkenal. Dengan berat hati Maggie melepas Tsao yang baru beberapa bulan menjadi kekasihnya. Tsao pun dengan setengah hati meninggalkan kota dimana kekasihnya tinggal. Dua hari kemudian Tsao pergi menuju Tiongkok, pada saat itu sebelum Tsao benar-benar berangkat, dia selalu melihat kebelakang, melihat apakah kekasihnya akan datang untuk memberikan ucapan kata selamat tinggal untuknya. Tapi sampai Tsao menuju gerbang menuju pesawat, Maggie pun tak kunjung datang, saat Tsao duduk dikursi penumpang, tiba-tiba ia merasa ada yang berdiri dibelakangnya, ia berharap itu adalah kekasihnya, namun itu hanya seorang penumpang yang ingin menyimpan barangnya dikabin pesawat. Saat pesawat akan berangkat, tiba-tiba Tsao melihat di balik ruang tunggu yang di batasi dengan kaca, ia melihat Maggie menangis dan memegang sebuah kertas yang agak besar, dengan tulisan “aku sayang kamu, jangan pergi lama-lama yaa” melihat kata-kata itu, Tsao langsung sedih dan ingin turun dari pesawat tapi tidak mungkin. Lalu Tsao duduk kembali di kursi penumpang dan menangisi kekasihnya yang menangis disana.
Akhrinya Tsao sampai di Tiongkok, dia langsung dijemput oleh ayahnya yang menggunakan mobil sedan hitam. Ayahnya senang melihat Tsao kembali kekampung halaman ayahnya. Tsao hanya terdiam, dia sedang memikirkan apa yang sedang dilakukan Maggie di sana? Apakah dia sedang menangis? Atau apakah dia sedang bersama lelaki lain disana? Tsao meneruskan pendidikannya di sana selama 5 tahun, dan ia langsung membeli tiket untuk kembali ke Indonesia. Setelah sampai di Indonesia, dia langsung ke Pontianak dan langsung menuju rumah Maggie yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara di Pontianak. Sayangnya saat dia kerumah Maggie, yang membuka pintu adalah seorang lelaki bertubuh besar, dia mengira kalau dia adalah kekasih barunya Maggie. Ternayata itu adalah tetangga baru yang pindah 2 tahun yang lalu. Tsao putus asa, dia tidak tau mau kemana lagi dia mencari kekasihnya. Tapi dia tidak kehabisan akal, dia masih memiliki nomor Maggie, dia segera meneleponnya, yang dia dengar hanyalah nada sibuk. Ternyata Maggie sudah mengganti nomornya. Putus asa membayanginya, akhirnya dia tinggal disebuah apartemen untuk sementara sampai ia menemukan kembali kekasihnya.
2 bulan berlalu tapi Tsao masih belum bisa menemukan Maggie. Sampai suatu hari dia kembali kesekolahnya untuk mengenang masa lalu. Dia ke kantor guru untuk bertemu guru-gurunya dan bercerita tentang pengalamannya setelah lulus sekolah. Tsao bercerita kepada gurunya bagaimana dia sangat merindukan Maggie. Lalu guru itupun tertawa dan berkata “untuk apa kamu mencari jauh-jauh? Dia telah menjadi guru matematika kelas 1 di sini” Tsao terkejut dan bertanya kapan bisa bertemu, guru menjawab sebentar lagi istirahat dan Maggie akan kekantor, "tunggulah sebentar". Setelah tsao menunggu sekitar 20 menit, Maggie kembali kekantor dan ia melihat Maggie semakin cantik karena dia menggunakan kacamata hitam yang membuatnya menjadi lebih imut. Saat Tsao melihat Maggie, dia langsung terdiam dan terpaku. Lalu Maggie pun melihat bahwa Tsao ada dihadapannya, mereka saling memandang, guru-guru ditempat itu pun kebingungan melihat mereka berdua, tiba-tiba Tsao berlari kehadapan Maggie dan memeluk erat kekasihnya, Maggie pun terdiam lalu membalas pelukan erat Tsao yang sangat merindukan kekasihnya, dan Maggie pun menangis tersedu-sedu karena dia sudah menahan rasa rindunya selama bertahun-tahun. Guru-guru disanapun ada yang merasa tersentuh hatinya dan ada yang segan karena takut dilihat oleh murid-muridnya, akhirnya mereka berdua melepaskan pelukan rindu karena mereka juga tau bahwa mereka berada di tempat umum.
Akhirnya setelah bertahun-tahun berpisah, mereka bertemu lagi dan saling melepas rindu. Setelah Maggie selesai mengajar, Tsao mengantarnya pulang sekaligus untuk tau rumah barunya Maggie. Setelah sampai dirumah Maggie, Tsao melihat rumahnya yang besar, Maggie masih tetap tinggal dengan orang tuanya (wajar anak perempuan). Sudah 4 minggu sejak mereka bertemu kembali, Tsao ingin mengajak Maggie untuk berjalan-jalan disekitar Pontianak. Saat mereka berjalan-jalan ditaman, seorang wanita bernama Luis, Tsao terkejut dan sangat senang saat bertemu Luis, mereka sangat akrab, Maggie cemburu melihatnya, dia mengira kalau Luis adalah selingkuhannya di Tiongkok, tapi yang namanya cewe selalu tegar meskipun sedih, jadi Maggie tidak menunjukkan rasa cemburunya, dia hanya senyum dan memperkenalkan diri kepada Luis. Tsao memberitahu Maggie kalau Luis adalah teman seperjuangannya di Tiongkok, meskipun Tsao sudah menjelaskannya, tetap saja masih ada rasa cemburu dan curiga kalau Luis adalah kekasih gelap Tsao. Mereka saling bercerita tentang pengalaman saat perjalanan menuju Indonesia. Maggie hanya diam dan membaca buku pelajaran karena Maggie menjadi seperti orang yang tidak diinginkan. Tapi Tsao menyudahi pembicaraan mereka karena dia sedang jalan dengan kekasihnya. Pada saat itu, Maggie menjadi diam dan agak cuek, tetapi Tsao mengerti kenapa Maggie menjadi seperti itu, dan Tsao tertawa dan berkata “jangan cemburu, masa kamu cemburu dengan dia? Dia tidak ada apa-apanya disbanding kamu, kamu lebih cantik, pintar, dan…… kamu adalah orang yang aku sayang” Maggie tertunduk malu dan sedikit tersenyum mendengar kata-kata dari Tsao.
Suatu hari saat Tsao dan Maggie makan malam di sebuah kedai makan, tidak sengaja Maggie melihat isi pesan di HP nya Tsao, penuh dengan nama Luis, muka Maggie langsung berubah dan berkata “aku pulang dulu, sepertinya kau sibuk berurusan dengan Luis”, lalu Maggie pergi dan meninggalkan Tsao. Tsao mengejar tetapi Maggie berkata “jangan ikuti aku!!”. Tsao berhenti dan sedih. Sebenarnya isi dari pesan itu adalah perbincangan antara Tsao dan Luis tentang kejutan yang akan dibuat untuk Maggie karena besok adalah hari ulang tahunnya Maggie. Tsao langsung pergi kerumah Luis dan bercerita tentang yang dialami oleh Tsao. Tsao mencurahkan isi hatinya, pada saat Tsao bercerita, Luis langsung memotong pembicaraan Tsao dan berkata “sebenarnya aku suka sama kamu Tsao”. Tsao langsung terkejut dan menatap Luis dengan perasaan yang bingung, lalu Tsao pergi dari rumah Luis, saat Tsao hendak keluar dari rumah Luis, kebetulan Maggie ingin menuju kerumah Tsao, Maggie ingin meminta maaf kepada Tsao karena Maggie menuduh Tsao yang belum tentu pasti. Tapi dia mengunci niat nya saat Maggie melihat Tsao keluar dari rumah Luis dan Maggie juga melihat Luis mengejar Tsao yang akan pergi dari rumah Luis karena sifat Luis. Maggie langsung menangis dan berlari sekencang mungkin karena dia merasa telah dikhianati.
Tsao mengejar Maggie karena dia ingin menjelaskan yang sebenarnya kepada Maggie, Tsao berteriak sekuat-kuatnya dan berkata “berhenti!! Kamu salah paham, aku tidak melakukan apapun dengan dia, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia” tapi Maggie tidak mendengarkan nya karena dia sudah melihat dengan kepala dan matanya sendiri, Tsao keluar dari rumah Luis dan melihat Luis memegang tangan Tsao yang hendak pergi. Maggie kembali kerumahnya dengan perasaan yang sangat sedih, orangtua Maggie kebingungan melihat Maggie yang pulang dengan berlinang air mata. Maggie langsung masuk kekamar dan mengunci pintu, menangis sekuat-kuatnya karena sakit hati melihat kejadian hari ini. Namun, apa yang dilihatnya itu adalah sebuah kesalahpahaman karena sebenarnya Tsao berniat baik, dia ingin membuat sebuah kejutan dihari ulang tahunnya yang ke-22. Ibu Maggie langsung menuju pintu kamar Maggie dan bertanya apa yang terjadi dengan dirinya? Kenapa dia sangat sedih? Namun Maggie hanya menangis dan berkata “tidak apa-apa bu, hanya sedih sedikit saja, Maggie tidak apa-apa kok”. Tsao pun merasa sedih karena niat baiknya dibalas dengan kesalahpahaman oleh kekasih yang ia sayangi. Namun, ia tidak membatalkan kejutan yang akan ia berikan kepada Maggie. Keesokan harinya, Maggie bangun dari tidur dengan perasaan yang sedih mengingat kejadian kemarin. Namun, kedua orangtuanya sudah menyiapkan pesta ulang tahun anaknya yang sematawayang itu. Maggie tidak berharap untuk bertemu dengan Tsao, karena dia kesal dengan apa yang diperbuat olehnya. Saat ibu Maggie hendak berbelanja untuk keperluan hari ulang tahunnya Maggie, ibunya menemukan sebingkis parsel yang agak besar, dengan plastic gelap yang menutupi isi dari parsel tersebut. lalu ibunya melihat surat dan membaca bagian amplopnya yang bertulis “Untuk Maggie”. Ibunya langsung membawakan parsel itu untuk Maggie, karena ibunya berpikir bahwa parsel itu dari murid-murid yang dia ajar disekolah. Dengan hati yang masih sedih, Maggie membuka surat dan ternyata parsel itu dari Tsao, dan Maggie membaca isi suratnya “ Hai, selamat ulang tahun yang ke-22 ya. Setelah baca surat ini, dibuka ya parselnya. Sebenarnya parsel ini adalah hasil perundingan ku dengan Luis, aku tidak tau mau memberi apa untuk hadiah ulang tahunmu, karena aku tidak pernah member orang hadiah, apalagi untuk orang yang aku sayang. Luis memberi ide untuk memberikan sebuah parsel yang isinya kamu bisa liat sendiri. Hampir setiap hari aku kerumahnya untuk mengerjakan hadiah untukmu. Masalah yang kemarin, isi pesan di hp ku hanya tentang bagaimana momen yang tepat untuk memberikan hadiah ini kepadamu, tapi kamu terlanjur mengira kalau aku selingkuh dengan Luis, jadi aku berikan hadiah ini didepan rumah mu, meskipun kamu marah dengan aku, aku tidak pernah marah dengan mu, aku sayang kamu. Kalau sudah baca surat ini, lihat keluar jendela ya”.setelah membaca surat itu, Maggie langsung cepat-cepat membuka jendela dan melihat keluar jendela, dan dia melihat Tsao berdiri tersenyum manis kepada Maggie, dan batu-batu tersusun rapi hingga membentuk tulisan “I Love You Maggie”.
Maggie hanya bisa terkejut kesenangan, karena selama ini orang yang dikiranya selingkuh, ternyata mempersiapkan hadiah ulang tahun yang membuat hatinya senang. Tanpa membuka hadiah parsel yang diberikan oleh Tsao, Maggie langsung keluar dari kamar dan menghampiri Tsao dan memeluknya. Maggie menangis karena dia merasa sangat bersalah telah menuduh Tsao yang tidak-tidak. Tetapi Tsao menghapus air mata Maggie dan berkata “jangan menangis, hari ini hari ulang tahun mu, buatlah hari ini menjadi hari terindah bersama aku “ lalu Maggie tersenyum bahagia dan memeluk Tsao, orang yang ia sayangi. Lalu Maggie mengajak Tsao untuk masuk kerumah dan memberikan segelas air minum. Mereka saling bercerita tentang kehidupan mereka saat tidak bersama, sesekali Tsao bergurau dengan Maggie. Lalu Maggie kebelakang untuk mandi dan menyuruh Tsao untuk menunggu sejenak diruang tamu. Tidak lama kemudian, ayah Maggie keluar dan duduk di ruang tamu dan berbincang-bincang dengan Tsao. Tsao masih agak malu untuk berinteraksi dengan ayahnya Maggie, karena mereka jarang bertemu dan Tsao juga takut salah bicara dan menyinggung perasaan ayahnya Maggie. Tapi dia memberanikan diri untuk bertanya satu hal tentang Maggie “apakah Maggie sering membahagiakan orangtuanya?” lalu ayahnya tersenyum dan menjawab “dia bekerja keras untuk bisa melakukan apa yang kami mau, bahkan jika kami memberikannya tunangan pilihan kami, hahaha”. Tsao terkejut dengan perkataan ayahnya Maggie yang membuat hati Tsao sedih, dia takut kalau nanti Maggie dijodohkan dengan orang lain dan Maggie menerimanya. Setelah perbincangan yang singkat antara mereka berdua, muka Tsao berubah menjadi murung karena selalu kebayang dengan kata-kata ayahnya Tsao. Lalu ayahnya Maggie masuk dan Maggie datang dan duduk disamping Tsao, Tsao hanya terdiam dan melamun. Maggie bingung, dan dia bertanya “kenapa? Kok melamun” langsung saja Tsao sadar dari lamunan nya dan pura-pura tertawa dan berkata “ooh, tidak, aku Cuma ngantuk saja”
Karena kejutan yang diberikan Tsao belum sampai disitu saja, Tsao mengajak Maggie untuk makan disebuah kedai makan untuk sarapan, malamnya Tsao akan membawa Crisella kesebuah taman yang ternyata adalah taman sekolah, tempat dimana Tsao mengungkapkan perasaan cinta kepada Maggie. Tapi saat makan berdua di kedai makan, Tsao berubah menjadi pendiam dan Maggie bingung, dan berkata “benar kamu tidak apa-apa?” Tsao menjawab dengan senyuman kecil “ benar kok, aku Cuma ngantuk saja” Maggie tetap bingung dan tidak percaya kalu Tsao berubah hanya karena ngantuk. Tsao merasa setengah hati untuk memberikan kejutan kepada Maggie karena perkataan ayahnya Maggie sudah menyebar keseluruh pikiran Tsao dan membuat Tsao bimbang untuk bisa bersama selamanya dengan Maggie. Lalu Maggie mengajak pulang karena dia bingung dengan sifatnya, saat mereka dalam perjalanan pulang, Tsao sering melamun dan beberapa kali hampir menabrak kendaraan yang ada didepannya, Maggie semakin curiga dengan Tsao, apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia menjadi berubah?, Tanya hatinya Maggie. Lalu Maggie mencari bahan omongan “oh, iya, tadi ngapain aja dengan papaku?” Tsao menjawab “kami hanya berbincang tentang politik, biasalah orang tua, hahaha” Tsao semakin sedih karena Maggie bertanya tentang itu. Setelah sampai didepan rumah Maggie, Tsao langsung pergi tanpa berpamitan dengan Maggie, dia bingung tidak biasanya Tsao seperti ini, padahal setelah kejutan pertama yang diberikan Tsao, Maggie sudah berharap bahwa hari ini akan menjadi hari terindah nya, karena tahun ini adalah tahun pertama Maggie merayakan ulang tahun ditemani oleh seorang kekasih. Maggie menangis dikamarnya, harapannya seakan hilang karena sikap Tsao yang tiba-tiba berubah. Sedangkan Tsao hanya merenung sambil membayangkan perkataan ayahnya Maggie tadi pagi. Tiba-tiba Tsao mendapat sebuah pesan baru, Maggie mengirimkan pesan kepada Tsao yang isinya “kamu kok tiba-tiba berubah, udah gak sayang lagi dengan aku?” tidak tau kenapa tapi Tsao tidak ingin membalas pesan dari Maggie, dia tidak berpikir kalau itu akan membuat hubungan mereka menjadi renggang. Tsao tertidur dalam kesedihannya, saat dia bangun, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, sedangkan rencananya untuk kejutan kedua yang akan diberikan kepada Maggie adalah jam 6. Tsao langsung bergegas mandi dan bersiap-siap untuk kerumah Maggie. Saat dia melihat hp nya, terdapat 6 panggilan tidak terjawab dan 11 pesan baru, dan itu semua dari Maggie. Tanpa membaca semua pesan dari kekasihnya, dia langsung menuju rumah Maggie. Tsao ngebut bagaikan orang yang hilang kendali. Setelah sampai dirumah Maggie, dia mengetuk pagar rumahnya, tetapi tidak ada yang menjawab, pada akhirnya seorang pembantu Maggie keluar dan memberitahu bahwa Maggie dan keluarganya pergi jalan-jalan dan baru saja pergi. Tsao hanya bisa diam, dan dia terduduk di jok motornya sambil membaca pesan-pesan dari Maggie, ternyata isi dari salah satu pesannya adalah “Tsao, aku pergi jalan-jalan dengan keluarga ke singkawang, besok aku baru pulang, aku rindu sama kamu tapi kamu malah berubah dan tidak ada kabar”
Tsao merasa bersalah atas sifatnya kepada Maggie, sehingga membuat Maggie lebih memilih untuk berjalan bersama keluarga dihari ulang tahunnya dibanding menghabiskan satu hari bersama dengan Tsao. Dengan perasaan sedih, Tsao pulang kerumah, dia merasa gelisah memikirkan sifat Tsao terhadap Maggie, seharusnya dia tidak seperti itu dihari ulang tahunnya Maggie, seharusnya Tsao membuat Maggie bahagia tapi malah sebaliknya. Sementara Maggie juga memikirkan Tsao, memikirkan sifat Tsao yang membuat Maggie sedih, padahal Maggie berharap bisa bahagia bersama Tsao dihari ulang tahunnya, namun dia malah sedih. Tsao tidur dengan perasaan yang sedih, begitu juga dengan Maggie. Keesokan harinya sekitar jam 1, Maggie berangkat pulang kerumahnya, sementara Tsao menunggu Maggie dari jam 2 di depan rumah Maggie. Setelah 5 jam berlalu, akhirnya Maggie beserta keluarganya sampai kerumahnya, disana Maggie menemukan Tsao yang tertidur diatas motor nya, melihat itu, Maggie cepat-cepat turun dan menghampiri Tsao dan mengelus kepala Tsao hingga dia terbangun. Saat Tsao terbangun, dia sangat senang dan langsung mengucapkan kata maaf kepada Maggie atas sifatnya yang sangat egois. Maggie dengan senang menerima ucapan maafnya. Lalu, ibu Maggie mengajak Tsao masuk kerumah untuk bertamu, Tsao dengan senang masuk kerumah Maggie.
Disana mereka duduk berdua dan berbincang-bincang, seakan dunia milik mereka berdua. Setelah jam menunjukkan jam 8 malam, Tsao ijin untuk pulang kerumah dan berpamitan dengan orangtua Maggie dan Maggie. Ibu Maggie mulai tertarik dengan sifat Tsao yang tau waktu dan sopan santun. Ketika Tsao pulang, ibu Maggie, Theresia, mengajak Maggie untuk berbincang-bincang tentang Tsao sambil bersenda gurau tentang hubungan mereka.
Sementara itu, Tsao kembali kerumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia, saat berhenti disebuah jembatan, dia menghentikan motornya dan turun dari motornya. Tsao lalu berteriak dengan kencang karena dia sangat bahagia. saat Tsao tiba dirumah, dia tiba-tiba merasa lelah dan badannya pegal-pegal. dia langsung baring dikasur dan tertidur. malam itu Tsao mimpi buruk tentang Maggie yang mempermainkan dia dan Maggie yang punya lelaki simpanan. saat dia terbangun, dia tidak ingin berburuk sangka tentang Maggie dan dia menelpon Maggie, tapi Maggie tidak mengangkatnya karena Maggie kelelahan karena semalam Maggie menguras tenaga saat berlibur, dan handphone nya dicharge, jauh dari tempat Maggie tidur. Tsao merasa khawatir karena Maggie tidak mengangkat telponnya. supaya Tsao tidak berburuk sangka tentang Maggie, dia pergi ke toko bunga membeli bunga untuk Maggie. saat dia memilih-milih bunga untuk Maggie, dia pergi ke kasir untuk membayar bunga yang dia beli. tidak dia sangka, sang kasir adalah seorang gadis yang dulunya Tsao pernah suka, karena dia cantik, pintar dan sifatnya yang pendiam. Dia adalah Sania, matanya yang agak sipit, membuat Tsao suka meliriknya saat masih sekolah dulu. Tsao salah tingkah saat melihat Sania, dengan penuh rasa kagum, dia membayar bunga yang ia beli. saat Sania mengambil uang dari tangan Tsao, Tsao merasa tangan Sania yang lembut karena tiap harinya ia hanya membersihkan bunga, menyiram bunga. Tsao semakin salah tingakah dan malah mengajak berbincang saat Sania sedang sibuk bekerja. akhirnya mereka berbincang sesaat, namun Sania merasa sangat sibuk, dan pada akhirnya Sania memotong pembicaraan dan berkata "ehm, aku sedang sibuk, gimana kalau nanti malam jam 7 kita ketemuan saja?" Tsao merasa bimbang, jika dia pergi, maka Maggie akan cemburu, tetapi jika dia tidak pergi, maka dia tidak dapat berbincang-bincang dengan Sania.
To Be Continued....


22.25
fikas


0 komentar:
Posting Komentar