Router
== Apa itu router ? ==
Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
== Fungsi ==
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan ''[[switch jaringan|switch]]''. ''Switch'' merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu ''[[Local Area Network]]'' (LAN).
[[Berkas:Router-Switch and Neighborhood Analogy.png|right|thumbnail|400px|Analogi Router dan Switch]]
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari ''router'' dan ''switch'' merupakan suatu jalanan, dan ''router'' merupakan penghubung antar [[jalan]]. Masing-masing [[rumah]] berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, ''switch'' menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki [[alamat IP]] sendiri pada sebuah [[LAN]].
''Router'' sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi [[protokol]] [[TCP/IP]], dan router jenis itu disebut juga dengan '''''IP Router'''''. Selain ''IP Router'', ada lagi ''AppleTalk Router'', dan masih ada beberapa jenis ''router'' lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak ''router IP''. ''Router'' dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan ''[[internetwork]]'', atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa ''[[subnet]]work'' untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya ''[[WiFi|router wireless]]'' yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan [[radio]], ia juga mendukung penghubungan komputer dengan [[kabel UTP]]), atau berbeda [[arsitektur jaringan]], seperti halnya dari [[Ethernet]] ke [[Token Ring]].
''Router'' juga dapat digunakan untuk menghubungkan [[LAN]] ke sebuah layanan [[telekomunikasi]] seperti halnya [[telekomunikasi]] ''[[leased line]]'' atau ''[[Digital Subscriber Line]]'' (DSL). ''Router'' yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi ''[[leased line]]'' seperti [[T1]], atau [[T3]], sering disebut sebagai ''access server''. Sementara itu, ''router'' yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan '''''DSL router'''''. ''Router-router'' jenis tersebut umumnya memiliki fungsi ''[[firewall]]'' untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. ''Router'' yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan ''[[packet-filtering router]]''. ''Router'' umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara ''[[broadcast jaringan|broadcast]]'' sehingga dapat mencegah adanya ''broadcast storm'' yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
== Jenis-jenis router ==
Secara umum, ''router'' dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
* ''static router'' (''router'' statis): adalah sebuah ''router'' yang memiliki tabel ''routing'' statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
* ''dynamic router'' (''router'' dinamis): adalah sebuah ''router'' yang memiliki dan membuat tabel ''routing'' dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan ''router'' lainnya.
Switch
Tentu saja switch bisa digunakan juga untuk menghubungkan switch satu dengan switch lainnya, untuk memperbanyak jumlah port, atau memperluas jangkauan dari jaringan (misalkan ada satu gedung dengan gedung yang lainnya). Bahkan apabila kita melihat ke berbagai vendor network equipment, berbagai switch dipecah ke level berbeda seperti core, aggregation dan access. Pemisahan berbagai level ini dikarenakan setiap level dimaksudkan untuk fungsi yang berbeda. Tapi di artikel ini kita tidak bahas khusus tentang hal tersebut.
Lalu ada lagi istilah layer-3 switch dan multi-layer switch. Bagi pemula, kita akan bingung dengan terminologi-terminologi tersebut. Pada dasarnya, istilah layer-3 switch adalah switch yang memiliki router di dalamnya (router terletak di layer-3 pada OSI Layer). Sedangkan multi-layer switch intinya adalah layer-3 switch, hanya saja memiliki fitur-fitur tambahan untuk memproses informasi pada OSI layer-4 dan seterusnya. Lebih lanjut tentang hal ini akan dibahas di bagian VLAN dan OSI Layer.
Switch yang beredar di pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu unmanaged (tidak dapat di-manage) dan managed.
Unmanaged Switch ; keuntungan dan kerugiannya
Unmanaged switch adalah switch yang tidak dapat di-manage… maksudnya adalah switch tersebut pada saat kita membelinya, hanya bisa kita nyalakan dan tancap semua kabel UTP ke switch tersebut, dan sudah berfungsi dengan baik. Unmanaged switch biasanya dipilih oleh pengguna-pengguna yang memang tidak ingin ‘dipusingkan’ oleh konfigurasi peralatan jaringan, karena sekedar plug-and-play. Selain mudah dipasang, tentu saja karena tidak adanya modul management di dalam switch, harga dari switch tersebut akan lebih rendah dibandingkan switch yang managed.Namun, apabila terjadi masalah dengan jaringan kita, kita tidak akan bisa melakukan troubleshooting dengan mudah, karena memang switch nya tidak bisa diapa-apakan
Apa sih contoh masalah yang paling sering terjadi ??? Dari beberapa pengalaman pemakai, problem yang paling sering terjadi di antaranya ip address conflict, tidak bisa connect, virus jaringan, dll.
IP address conflict, mestinya sering terjadi, dan apabila jaringan sudah mulai tersebar di berbagai area, akan sangat susah melakukan troubleshooting komputer mana yang menyebabkan masalah tersebut. Problem seperti ini jangan dianggap remeh, karena bisa saja seseorang di jaringan kita iseng-iseng mengganti IP nya dengan IP address server, atau router kita. Nah, kalau sudah terjadi seperti itu, bisa-bisa seluruh jaringan kita akan mengalami masalah besar !!
Tidak bisa connect…. biasanya terjadi dengan beberapa tipe network card tertentu yang tidak kompatibel dengan switch. Ini kemungkinan disebabkan karena adanya kegagalan proses autonegotiation antara si switch dengan network card. Jika kita menggunakan managed switch, kita masih bisa melakukan setting terhadap speed nya atau half duplex/full duplexnya. Tetapi dengan unmanaged, tentunya hal ini tidak bisa dilakukan.
Virus jaringan …. Apa ada di antara kita yang belum pernah ‘kebagian’ virus jaringan ini ??? Mestinya semua sudah pernah mengalaminya. Virus jaringan… lebih tepatnya kita sebut dengan virus/spy-ware yang memanfaatkan jaringan untuk melakukan proses pengembang-biakannya, akan sangat merepotkan jaringan kita, dan sering kali membuat seluruh switch menjadi mati total !! Tentu saja penulis tidak bermaksud menyatakan bahwa dengan managed switch hal ini akan teratasi. Namun dengan adanya managed switch, kita bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam switch tersebut seperti membatasi besarnya paket yang keluar dari suatu komputer, atau menyalakan fitur Quality of Service yang bisa memprioritaskan paket-paket tertentu di jaringan.
HUB
Hub Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.


04.25
fikas



